Welcome to my blog. Blog ini membahas segala pengetahuan yang saya miliki,serta apa aja yang terkait dengan kegiatan saya. Mengenai bisnis internet, film(movies),obat-obatan herbal,musik(music),games,percintaan(sex),ilmu pengetahuan(science),dan lain sebagainya.
Rabu, 10 Maret 2010
Relasi dan Himpunan Relasi
Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari sejumlah himpunan entitas yang berbeda. Misalnya, seorang mahasiswa dengan NIM = ‘0700001’ dan nama_mhs = ‘Pascal’ (yang ada di himpunan entitas mahasiswa) mempunyai relasi dengan entitas mata kuliah dengan kode_mtkul = ‘CS3004’ dan nama_mtkul = ‘Analisa Algoritma’. Relasi dari kedua entitas tersebut mengandung arti bahwa mahasiswa tersebut sedang mengambil mata kuliah Analisa Algoritma.
Atribut dalam E-R
Dikarakterisasikan dalam beberapa tipe :
Atribut komposit adalah atribut yang dapat diuraikan menjadi beberapa sub atribut.
- Atribut sederhana dan komposit
Atribut komposit adalah atribut yang dapat diuraikan menjadi beberapa sub atribut.
- Pada contoh di bawah, nama_mhs merupakan atribut sederhana, sedangkan alamat_mhs merupakan atribut komposit karena dapat diuraikan menjadi beberapa sub atribut, yaitu alamat, nama_kota, kodepos.
- Atribut bernilai tunggal dan banyak
Atribut bernilai banyak adalah atribut yang dapat berisi lebih dari satu nilai, tetapi mempunyai jenis yang sama.
- Contoh data mahasiswa, semua atribut merupakan atribut bernilai tunggal.
- Contoh atribut bernilai banyak adalah jika kita menambahkan atribut hobi pada data mahasiswa. Karena seorang mahasiswa dapat memiliki satu hobi atau lebih dari satu hobi, bahkan dapat juga tidak mempunyai hobi.
- Atribut null
- Contoh, jika mahasiswa tidak mempunyai hobi, maka pada atribut hobi tidak ada nilainya.
- Atribut turunan
Entity-Relationship (E-R)
Model data Entity-Relationship (E-R) terdiri dari sekumpulan obyek-obyek, yang disebut dengan entitas dan hubungan yang terjadi diantara obyek-obyek tersebut.
Model data E-R terbagi menjadi tiga konsep dasar, yaitu : himpunan entitas, himpunan relationship, dan atribut.
Model data E-R terbagi menjadi tiga konsep dasar, yaitu : himpunan entitas, himpunan relationship, dan atribut.
1. Entitas (Entity) dan Himpunan Entitas (Entity Set)
Entitas merupakan suatu obyek dasar atau individu yang mewakili sesuatu yang nyata eksistensinya dan dapat dibedakan dari obyek-obyek yang lain. Mempunyai sekumpulan sifat, dan nilai dari beberapa sifat tersebut adalah unik yang dapat mengidentifikasi entitas tersebut.
- Entitas
Sebagai contoh : setiap mahasiswa pada suatu perguruan tinggi merupakan suatu entitas, dan NIM menjadi identitas seorang mahasiswa.
- Himpunan Entitas
- Sekumpulan entitas yang mempunyai tipe yang sama (sejenis) dan berada dalam lingkup yang sama membentuk suatu himpunan entitas
- Sebagai contoh, sekumpulan orang yang menjadi mahasiswa pada suatu perguruan tinggi, dapat didefinisikan sebagai himpunan entitas mahasiswa. Sehingga dapat dikatakan bahwa entitas menunjuk pada individu suatu objek, sedangkan himpunan entitas menunjuk pada rumpun dari individu tersebut.
- Suatu entitas memiliki atribut. Atribut merupakan sifat-sifat atau properti yang dimiliki oleh entitas. Atribut inilah yang membedakan antara entitas yang satu dengan entitas yang lain.
- Sebagai contoh, entitas mahasiswa mempunyai atribut NIM, nama_mhs,alamat_mhs,tgl_lahir
Proses Desain Data Base
- Analisis Persyaratan
- Desain Data Base Konseptual
Tahapan ini dilakukan dengan model E-R, tujuannya untuk menciptakan gambaran sederhana tentang data yang mirip dengan pemikiran pengguna / user.
- Desain Data Base Logika
Tujuannya adalah memperoleh skema konseptual pada model data relasional yang sering dinamakan dengan skema logika.
- Perbaikan Skema
- Desain Data Base Fisik
- Desain Aplikasi dan Keamanan
Model - Model Basis Data
1. Model Data Flat File
Model flat file (file datar), dimana semua record disimpan dalam betuk sebuah file biasa / format file text. Informasi pada suatu file-file disimpan sebagai fields,dengan fields-nya memiliki panjang konstan atau bervariasi yang dipisahkan beberapa karakter / delimeter. Pada model ini, tidak ada hubungan (relationship) yang bisa didefinisikan atau dibuat diantara fields tersebut, Dengan tidak adanya hubungan antar fields, maka fields tersebut hanya bisa diakses dengan cara berurutan (sekuensial). Sebagai contoh, jika ingin menemukan suatu fields pelanggan ke 50, maka akan dilakukan pencarian dari field pertama sampai ke field 49 secara berurutan. Model ini sesuai dengan kondisi dimana semua fields akan diproses secara keseluruhan, tapi tidak sesuai jika hanya ingin mencari fields yang sesuai saja dalam suatu database. Kelemahan lainya pada model ini pengaturan data kurang akurat dan efisien, karena lokai fisik fields data dengan file harus diketahui, sehingga program perlu dikembangkan dalam mengatur data.
2. Model Data Hirarki
Kelebihanya : Karena struktur datanya permanen, dan secara eksplisit terhubung antara satu sama lainnya, maka proses pengaksesan data akan lebih cepat, mudah dilakukanya pengaturan dalam integritas data.
Kelemahannya : Meskipun demikian, model struktur yang bersifat kaku ini menyebabkan beberapa masalah. Penambahan child tabel tidak bisa dilakukan jika tidak terhubung dengan parent tabel. Misalnya, jika parent tabelnya adalah “Dokter” dan child tabelnya adalah “Pasien”, maka penambahan pasien akan bergantung dengan dokter. Dengan kata lain, seorang pasien harus juga menambahkan seorang dokter. Begitu juga jika sebuah parent tabel dihapus, maka child-child tabel dibawahnya juga akan terhapus.
Pada model ini pengguna harus familiar dengan struktur basis data, sering terjadinya redudansi (berulangnya) data.
3. Model Data Jaringan
Model flat file (file datar), dimana semua record disimpan dalam betuk sebuah file biasa / format file text. Informasi pada suatu file-file disimpan sebagai fields,dengan fields-nya memiliki panjang konstan atau bervariasi yang dipisahkan beberapa karakter / delimeter. Pada model ini, tidak ada hubungan (relationship) yang bisa didefinisikan atau dibuat diantara fields tersebut, Dengan tidak adanya hubungan antar fields, maka fields tersebut hanya bisa diakses dengan cara berurutan (sekuensial). Sebagai contoh, jika ingin menemukan suatu fields pelanggan ke 50, maka akan dilakukan pencarian dari field pertama sampai ke field 49 secara berurutan. Model ini sesuai dengan kondisi dimana semua fields akan diproses secara keseluruhan, tapi tidak sesuai jika hanya ingin mencari fields yang sesuai saja dalam suatu database. Kelemahan lainya pada model ini pengaturan data kurang akurat dan efisien, karena lokai fisik fields data dengan file harus diketahui, sehingga program perlu dikembangkan dalam mengatur data.
2. Model Data Hirarki
Model selanjutnya adalah hierarchial model (model hirarki), Model ini dirancang dengan hubungan yang terstruktur sehingga memungkinkan dan mempermudah akses terhadap suatu data, memiliki kemampuan untuk menemukan dan memelihara relasi antar kelompok data. Hubungan yang terjadi dalam model hirarki ini adalah parent-child dan one-to-many. Setiap tabel parent bisa mempunyai beberapa child tabel, namun setiap child tabel hanya mempunyai satu parent tabel.
Kelebihanya : Karena struktur datanya permanen, dan secara eksplisit terhubung antara satu sama lainnya, maka proses pengaksesan data akan lebih cepat, mudah dilakukanya pengaturan dalam integritas data.
Kelemahannya : Meskipun demikian, model struktur yang bersifat kaku ini menyebabkan beberapa masalah. Penambahan child tabel tidak bisa dilakukan jika tidak terhubung dengan parent tabel. Misalnya, jika parent tabelnya adalah “Dokter” dan child tabelnya adalah “Pasien”, maka penambahan pasien akan bergantung dengan dokter. Dengan kata lain, seorang pasien harus juga menambahkan seorang dokter. Begitu juga jika sebuah parent tabel dihapus, maka child-child tabel dibawahnya juga akan terhapus.
Pada model ini pengguna harus familiar dengan struktur basis data, sering terjadinya redudansi (berulangnya) data.
3. Model Data Jaringan
Model ini menerapkan hubungan data yang merupakan perbaikan dari model hirarki, tabel-tabel terhubung dalam sebuah himpunan, dimana suatu tabel owner akan dihubungkan dengan beberapa tabel member.
Menerapkan konsep dasar relasi parent/child, set strutur dapat direpresentasikan sebagai relasi one-to-many antar table. Memiliki kemampuan root table untuk melakukan share relationships dengan child tables.
Kelebihan : Seperti halnya model hirarki, pengaksesan data pada network model juga berlangsung sangat cepat, data dapat diakses dari beberapa table, dapat membentuk query ( perintah-perintah untuk mengakses data ) yang komplek dalam melakukan retrieve data.
Namun demikian, model ini juga mempunyai beberapa masalah. Misalnya, seorang user harus paham betul secara menyeluruh struktur database yang ada untuk memperoleh sebuah data atau informasi. Jika strukturnya berubah, maka segala informasi yang berkaitan dengannya akan berubah juga.
4. Model Data Relasional
Menerapkan konsep dasar relasi parent/child, set strutur dapat direpresentasikan sebagai relasi one-to-many antar table. Memiliki kemampuan root table untuk melakukan share relationships dengan child tables.
Kelebihan : Seperti halnya model hirarki, pengaksesan data pada network model juga berlangsung sangat cepat, data dapat diakses dari beberapa table, dapat membentuk query ( perintah-perintah untuk mengakses data ) yang komplek dalam melakukan retrieve data.
Namun demikian, model ini juga mempunyai beberapa masalah. Misalnya, seorang user harus paham betul secara menyeluruh struktur database yang ada untuk memperoleh sebuah data atau informasi. Jika strukturnya berubah, maka segala informasi yang berkaitan dengannya akan berubah juga.
4. Model Data Relasional
Model ini banyak digunakan pada masa sekarang ini, pada model database relational, data disimpan dalam sebuah relations (relasi), biasanya disebut dengan table. Tabel terdiri atas baris dan kolom. Baris mempresentasikan record (atau tuples), dan kolom mempresentasikan fields (atau attributes) adalah komponen-komponen dasar yang membentuk suatu relasi database. Setiap data individual, disimpan dalam field di suatu tabel dan setiap record terdiri dari beberapa field yang membentuk suatu tabel.
Model hirarki dan network cenderung bermasalah dengan redundansi dan integritas data. Kelebihan pada model Relasional ini :
5. Model Data Berorientasi Objek ( Object Oriented )
Pada model ini biasanya digunakn untuk hal-hal rekayasa ( missal skripisi ), Model Basis data berorientasi objek , di definisikan dengan bahasa pemograman misalnya bahasa JAVA , disimpan dan diakses serta applikasi End User dibangun dengan pemrograman berorientasi objek pula. Untuk membuat link antara basis data dengan applikasi digunakanlah ODMS ( Object Database Management System ).
Model hirarki dan network cenderung bermasalah dengan redundansi dan integritas data. Kelebihan pada model Relasional ini :
- akses data dapat dilakukan dengan cepat dan lebih akurat
- Mudah dalam pengubahan struktur basis data
- Dipresentasikannya data secara logic
- Pembentukan query yang lebih komplek dalam retrieve data
- Integritas ( suatu hubungan ) data mudah diimplementasikan
- Mudah dibangunnya dan modifikasi pada program applikasi
- Dikembangkanya SQL ( Struktur Query Language )
5. Model Data Berorientasi Objek ( Object Oriented )
Pada model ini biasanya digunakn untuk hal-hal rekayasa ( missal skripisi ), Model Basis data berorientasi objek , di definisikan dengan bahasa pemograman misalnya bahasa JAVA , disimpan dan diakses serta applikasi End User dibangun dengan pemrograman berorientasi objek pula. Untuk membuat link antara basis data dengan applikasi digunakanlah ODMS ( Object Database Management System ).
KONSEP DI DALAM SISTEM BASISDATA
1. BasisData
Konsep mengenai basis data dapat dipandang dari beberapa sudut dari sisi sistem BasisData, merupakan kumpulan tabel” atau files yang saling berelasi sementara dari sisi manajemen basisdata dapat dipandang sebagai kumpulan data yang memodelkan aktifitas” yang terdapat didalam enterprise-nya or BasisData merupakan kumpulan data non-redundant yang dapat digunakan bersama (shared) oleh sistem” aplikasi yang berbeda or BasisData merupakan kumpulan data” non redundant yang salaing terkait satu sama lainya yang dinyatakan oleh atribut” kunci dari tabel”nya.
Dengan basis data perubahan, editing atau updating data yang dapat dilakukan tanpa mempengaruhi komponen” lainya didalam sistem yang bersangkutan baik perubahan format data (konversi), struktur file atau relokasi data dari satu perangkat ke perangkat yang lainya.
2. Keuntungan BasisData
Bila dibandingkan dengan sistem pemrosesan file yang didukung oleh sistem operasi konversional, maka penggunaan basis data akan memperoleh keuntungan” SBB:
• Reduksi duplikasi data (minimum redundancy data yang paad giliranya akan mencegah inkonsistensi dan isolasi data)
• Kemudahan, kecepatan dan efisiensi (data sharing dan availability)akses atau pemanggilan data
• Penjagaan integritas data
• Menyebabkan data menjadi self-dokumented dan self-descriptive
• Mereduksi biaya pengembangan perangkat lunak
• Meningkatkan faktor keamanan data
• Reduksi duplikasi data (minimum redundancy data yang paad giliranya akan mencegah inkonsistensi dan isolasi data)
• Kemudahan, kecepatan dan efisiensi (data sharing dan availability)akses atau pemanggilan data
• Penjagaan integritas data
• Menyebabkan data menjadi self-dokumented dan self-descriptive
• Mereduksi biaya pengembangan perangkat lunak
• Meningkatkan faktor keamanan data
3. View” BasisData (Level Abstraksi Data)
Karena tidak semua pengguna basisdata terlatih dengan baik dan penggunanya terbagi dalam beberapa tingkatan, maka kompleksitas basisdata akan tersembunyi dari para penggunanya melalui beberapa level abstraksi data.
fungsinya untuk menyederhanakan interaksi antara pemngguna dengan sistemnya dengan basisdata dapat mempresentasikan view yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya
• Level Fisik : merupakan tingkatan terendah dalam abstraksi data yang menunjukkan bagaimana data disimpan, yang pada umunya tidak terlihat oleh oleh pengguna atau programmer aplikasinya
• Level konseptual : mengambarkan data apa saja yang sebenarnya (secara fungsional) disimpan didalam basis data beserta relasi”nya didalam basis data, dimana administrator basis data (DBA) membangun dan mengolah basis data, contohnya: penguna akan mengetahui bahwa data penjualan disimpan didalam tabel” barang, produksi, keuangan, marketing
• Level View : merupakan tingkatan tertinggi, yaitu pengguna aplikasi dan programmer hanya mengenal struktur data mis bagian ??? kemungkinan besar akan berbeda satu sama lainnya.
fungsinya untuk menyederhanakan interaksi antara pemngguna dengan sistemnya dengan basisdata dapat mempresentasikan view yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya
• Level Fisik : merupakan tingkatan terendah dalam abstraksi data yang menunjukkan bagaimana data disimpan, yang pada umunya tidak terlihat oleh oleh pengguna atau programmer aplikasinya
• Level konseptual : mengambarkan data apa saja yang sebenarnya (secara fungsional) disimpan didalam basis data beserta relasi”nya didalam basis data, dimana administrator basis data (DBA) membangun dan mengolah basis data, contohnya: penguna akan mengetahui bahwa data penjualan disimpan didalam tabel” barang, produksi, keuangan, marketing
• Level View : merupakan tingkatan tertinggi, yaitu pengguna aplikasi dan programmer hanya mengenal struktur data mis bagian ??? kemungkinan besar akan berbeda satu sama lainnya.
4. Enterprise
yaitu bagian dari dunia nyata yang dimodelkan dengan mengunaka basisdata
Contoh : Perpustakaan, sekolah, rumah sakit…yang melakukan aktifitas pengelolaan…
5. Enterprise Rules
Yaitu : aturan” yang digunakan untuk mendefinisikan relasi” antara entity satu dengan yang lainnya (entity relationship) beserta operationsnya (prosedurte atau fungsi) yang dapat dikenakan dengan entities yang bersangkutan atau aturan untuk menegaskan hubungan antar entitas
dari enterprise rules dapat dibuat secara lengkap Ernya kemudian diteruskan dengan proses normalisasi untuk mendapatkan tabel” basis data dengan struktur yang sederhana dan kompak
6. Skeleton Table
Yaitu : kumpulan tabel” yang menjelaskan hubungan antar entitas yang digunakan didalam suatu enterprise, tabel” yang direpresentasikan dengan mengunakan nama” tabel berikut field yang dimiliki, hubungan antar tabel dapat diketahui dengan melihat field kunci/primary key pada masing” tabelnya
7. Aplikasi
Yaitu aplikasi program yang akan dijalankan oleh enterprise baik secara otomatis maupun semi otomatis
8. Sistem Basis Data
Menurut Pustaka ELMASRI20 : marupakan perangkat lunak DBMS bersama dengan datanya (basisdata) dan aplikasinya
Menurut Pustaka Fathan99 : merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file” (tabel”) tersebut.
9. Komponen Sistem Basis Data
• perangkat keras (CPU, Memory, …..)
• Pengguna (User)
• Sistem Operasi (win.98, win.XP…)
• Sistem Pengelolaan BasisData (DBMS) (Access, SQL, ….)
• Program Aplikasi Lainya (VB, Delphi,….Form)
• Basisdata (semua data yang diperlukan, dipelihara, dikelola oleh sistem BasisData)
komponen pengguna basis data:
• DataBase Administrator : user yang punya kewenangan sebagai pusat pengendali seluruh system baik basis data maupun program” yang mengaksesnya, menentukan pola struktur basis data, memodifikasi dll
• Aplication Programmers : programmer aplikasi yang berinteraksi dengan system melalui pemanggilan DML yang di masukkan ke dalam program yang ditulis
• Sophisticated Users : user yang berinteraksi dengan system tanpaharus menuliskan sendiri programnya, tetapi diganti dengan melakukan request dalam bentuk bahasa query basis data
• Specialized Users : User ini termasuk Sophisticated Users yang menuliskan program aplikasi basisdata khusus yang tidak sesuai dengan framework pemrosesan data tradisional, contoh : system pakar, multimedia…
• Naïve Users : user ini merupakan kebanyakan user yang berinteraksi dengan sistemdengan cara memanggil salah satu program aplikasi yang telah disediakan. Contoh program.exe
10. Komponen Fungsional Sistem Basisdata
perancangan sistem basisdata harus mempertimbangkan masalah interface antara sistem basis data dengan sistem operasi komputer,
• File manager : mengelola alokasi kebutuhan ruang penyimpanan (storage) basisdata beserta struktur-struktur yang digunakan untuk merepresentasikan informasi yang disimpan di dalam disk.
• Database Manager : menyediakan interface antara data low-level yang disimpan didalam basisdata dengan program-program aplikasi dan queries yang dikirimkan ke system.
• Query processor : menterjemahkan pernyataan-pernyataan bahasa query ke dalam instruksi-instruksi low-level yang dimengerti oleh database manager.
• DML precompiler : mengkonversi pernyataan-pernyataan DML yang dimasukkan di dalam program aplikasi ke dalam pemanggilan prosedur normal di dalam bahasa induknya. Procompiler harus berinteraksi dengan query processor untuk membuat kode-kode yang diperlukan.
• DDL compiler : mengkonversi pernyataan DDL ke dalam sekumpulan table yang mengandung metadata atau “data mengenai data”
yaitu bagian dari dunia nyata yang dimodelkan dengan mengunaka basisdata
Contoh : Perpustakaan, sekolah, rumah sakit…yang melakukan aktifitas pengelolaan…
5. Enterprise Rules
Yaitu : aturan” yang digunakan untuk mendefinisikan relasi” antara entity satu dengan yang lainnya (entity relationship) beserta operationsnya (prosedurte atau fungsi) yang dapat dikenakan dengan entities yang bersangkutan atau aturan untuk menegaskan hubungan antar entitas
dari enterprise rules dapat dibuat secara lengkap Ernya kemudian diteruskan dengan proses normalisasi untuk mendapatkan tabel” basis data dengan struktur yang sederhana dan kompak
6. Skeleton Table
Yaitu : kumpulan tabel” yang menjelaskan hubungan antar entitas yang digunakan didalam suatu enterprise, tabel” yang direpresentasikan dengan mengunakan nama” tabel berikut field yang dimiliki, hubungan antar tabel dapat diketahui dengan melihat field kunci/primary key pada masing” tabelnya
7. Aplikasi
Yaitu aplikasi program yang akan dijalankan oleh enterprise baik secara otomatis maupun semi otomatis
8. Sistem Basis Data
Menurut Pustaka ELMASRI20 : marupakan perangkat lunak DBMS bersama dengan datanya (basisdata) dan aplikasinya
Menurut Pustaka Fathan99 : merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file” (tabel”) tersebut.
9. Komponen Sistem Basis Data
• perangkat keras (CPU, Memory, …..)
• Pengguna (User)
• Sistem Operasi (win.98, win.XP…)
• Sistem Pengelolaan BasisData (DBMS) (Access, SQL, ….)
• Program Aplikasi Lainya (VB, Delphi,….Form)
• Basisdata (semua data yang diperlukan, dipelihara, dikelola oleh sistem BasisData)
komponen pengguna basis data:
• DataBase Administrator : user yang punya kewenangan sebagai pusat pengendali seluruh system baik basis data maupun program” yang mengaksesnya, menentukan pola struktur basis data, memodifikasi dll
• Aplication Programmers : programmer aplikasi yang berinteraksi dengan system melalui pemanggilan DML yang di masukkan ke dalam program yang ditulis
• Sophisticated Users : user yang berinteraksi dengan system tanpaharus menuliskan sendiri programnya, tetapi diganti dengan melakukan request dalam bentuk bahasa query basis data
• Specialized Users : User ini termasuk Sophisticated Users yang menuliskan program aplikasi basisdata khusus yang tidak sesuai dengan framework pemrosesan data tradisional, contoh : system pakar, multimedia…
• Naïve Users : user ini merupakan kebanyakan user yang berinteraksi dengan sistemdengan cara memanggil salah satu program aplikasi yang telah disediakan. Contoh program.exe
10. Komponen Fungsional Sistem Basisdata
perancangan sistem basisdata harus mempertimbangkan masalah interface antara sistem basis data dengan sistem operasi komputer,
• File manager : mengelola alokasi kebutuhan ruang penyimpanan (storage) basisdata beserta struktur-struktur yang digunakan untuk merepresentasikan informasi yang disimpan di dalam disk.
• Database Manager : menyediakan interface antara data low-level yang disimpan didalam basisdata dengan program-program aplikasi dan queries yang dikirimkan ke system.
• Query processor : menterjemahkan pernyataan-pernyataan bahasa query ke dalam instruksi-instruksi low-level yang dimengerti oleh database manager.
• DML precompiler : mengkonversi pernyataan-pernyataan DML yang dimasukkan di dalam program aplikasi ke dalam pemanggilan prosedur normal di dalam bahasa induknya. Procompiler harus berinteraksi dengan query processor untuk membuat kode-kode yang diperlukan.
• DDL compiler : mengkonversi pernyataan DDL ke dalam sekumpulan table yang mengandung metadata atau “data mengenai data”
Misteri Kalender Maya dan Ramalan Kiamat 2012
Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub!
Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.
Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.
Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.
Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
Pada 31 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.
Dalam perhitungannya, bangsa Maya tidak menyinggung tentang apa penyebab peradaban kali ini berakhir. Ada sedikit yang kelihatannya jelas, bahwa berakhirnya ‘hari itu’ sama sekali bukan berarti malapetaka apa yang datang menghampiri, melainkan mengisyaratkan kepada seluruh umat manusia akan adanya transisi dalam kesadaran dan spiritual kosmis, selanjutnya masuk ke peradaban baru. Tahun 755 Masehi, seorang rahib Maya pernah meramal, setelah tahun 1991 kemudian, akan ada dua peristiwa penting terjadi pada manusia yaitu kebangkitan kesadaran, dan pemurnian bumi serta regenerasinya.
Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.
Dari titik pandang ilmu pengetahuan umat manusia sekarang, hal itu benar-benar tidak dapat dipercaya. Mungkin saja bangsa Maya sedang membicarakan tentang galaksi Bima Sakti (Milky Way), yang mana ilmu pengetahuan dan teknologi kita belum juga sampai ke solar sistim, seperti pepatah orang Tionghoa mengatakan “Serangan musim panas tidak dapat menjelaskan es di musim dingin”. Fenomena kosmik yang diperlihatkan oleh kalender Maya adalah benar-benar berharga dari suatu penyelidikan yang serius oleh umat manusia sekarang ini.
ARAH RAMALAN ITU
Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?
Mengamati peristiwa besar 10 tahun belakangan ini (1992-2002), kelihatannya karakter alam semesta, ‘Zhen, Shan, Ren,’ (sejati, baik, sabar) yang diajarkan oleh Master Li Hongzhi, sebagai efek yang sedang ‘memurnikan’ hati manusia dan bumi ini. Kami menemukan dua bilangan yang bermakna, pada 1992 adalah persis tahun pertama kalinya Li Hongzhi mengenalkan ajarannya secara terbuka kepada masyarakat, ditengah-tengah kemrosotan moral umat manusia yang parah.. Dari tahun 1992-1999, dalam waktu yang singkat ini, pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini sudah mencapai hampir 100 juta orang di daratan China. Kini, latihan ini bahkan sudah menyebar kelebih 60 negara. Melalui kultivasi yang terus-menerus, latihan ini dapat mencapai tujuan mengganti sel-sel manusia dengan materi energi tinggi dan meningkatkan moral manusia sesuai karakter alam semesta serta kembali ke jati diri yang asli.
Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang trerbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampoi sistem pengetahuan kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
